Refleksi Natal 2025: Literasi Jadi Fondasi Kedaulatan Adat bagi Generasi Muda Papua
PAPUA – Momentum perayaan Natal 2025 dan menyongsong Tahun Baru 2026 menjadi pemantik semangat baru bagi gerakan pendidikan di Tanah Papua. Mengusung tema "Relevansi Natal & Kedaulatan Adat", komunitas Literasi Anak Papua (L.A.P) menekankan pentingnya pendidikan sebagai instrumen utama dalam menjaga hak-hak dasar masyarakat adat di masa depan. Dalam pesan Natal yang disampaikan, Literasi Anak Papua menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebuah fondasi bagi anak-anak Papua untuk membekali diri dalam melegitimasi hak ulayat mereka. Pendidikan dan nalar kritis dipandang sebagai "perisai" yang akan melindungi jati diri masyarakat adat dari tantangan zaman yang kian kompleks.
"Literasi adalah fondasi bagi anak-anak Papua untuk membekap legitimasi hak ulayat di masa depan. Melalui pendidikan, nalar kritis menjadi perisai bagi jati diri masyarakat adat,"
President L.A.P Gerakan ini membawa visi besar untuk "Mencerdaskan Generasi, Menjaga Warisan Leluhur". Melalui semangat Natal, diharapkan adanya kesadaran kolektif bahwa mencerdaskan anak-anak Papua adalah langkah nyata untuk memastikan kedaulatan adat tetap terjaga di tangan generasi penerus yang berilmu dan berkarakter.
Selain memberikan ucapan selamat hari raya, komunitas ini juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung akses pendidikan dan literasi di wilayah-wilayah adat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan nenek moyang yang harus diwariskan dengan cara yang bermartabat.